Rangkuman Kajian MT. Muslimah Masjid Raya Kebayoran Residence.
Tema : Merancang Reuni Keluarga di Surga
Oleh : Ustadz Oemar Mita
Rabu, 18 Juni 2026
بسم الله الرحمن الرحيم
أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Banyak sekali ilmu yang kita dapatkan & peroleh tapi tidak mampu mendekatkan diri kita kepada Allah & tidak mampu melapangkan hati orang di sekitar kita.
Orang yang berilmu & orang yang menuntut kebenaran adalah orang yang senantiasa mampu melapangkan hati orang di sekitarnya.
Semoga kita mendapatkan keberkahan dari setiap ilmu yang kita peroleh & kita dapatkan.
Syukur saat kita dalam kondisi lapang itu adalah istimewa & syukur dalam kondisi sulit itu adalah karunia besar.
Bersyukur itu menjadikan hati kita tetap tenang & bersyukur itu menjadikan hati kita dekat sekali dengan pertolongan Allah.
Hari ini teori makro & mikro bisa merumuskan angka tapi mereka tidak bisa merumuskan pertolongan. Karena Pertolongan itu hanya milik Allah. Pertolongan itu merupakan Algoritma yang di genggam Allah & diberikan kepada hamba yang dikehendaki.
Siapapun yang bersabar maka Allah memberikan pertolongan. dan siapapun yang dia bersyukur maka Allah pun memberikan pertolongan.
Kita jangan fokus terhadap angka karena orang beriman adalah bukan kapitalis & bukan materialis karena kita adalah orang beriman yang yakin akan pertolongan Allah selalu ada dalam setiap perkara. Yang kita butuhkan itu adalah pertolongan dalam kehidupan kita karena dengan pertolongan itulah kita mendapat kekuatan yang tidak pernah sama dengan kekuatan yang diberikan oleh angka, data & finansial
Kita jangan menjadi orang yang sekularisme & materialisme. Yang ketika melihat uang dinilai dengan angka tetapi kita tidak melihat sesuatu dari pertolongan Allah. Pertolongan itu tidak Allah berikan kecuali kepada hamba-hambanya yang bersyukur.
Pertolongan Allah itu nyata, dan pertolongan itu Allah berikan ke hambanya yang senantiasa bersyukur & bersabar disetiap jalan kehidupan.
Kita harus menata kesyukuran dalam kehidupan yang dijalani. Orang akan bersyukur kalau memiliki keridhoan. Siapapun yang ridho dia mudah bersabar. siapapun yang ridho dia akan mudah bersyukur.
Sesungguhnya Ridho adalah kunci. Dan Syukur itu adalah pintunya. Dan kunci itu akan bisa terbuka sampai kita menata keridhoan pada hati kita. Saatnya terkadang tidak memperhatikan pada apa yang terjadi tetapi fokus pada meminta pertolongan Allah. Karena selama kita mendapat pertolongan dari Allah semuanya akan baik2 saja. Masalah kita & keluarga selama mendapat pertolongan dari Allah maka semuanya akan baik-baik saja. semuanya kembali kepada pertolongan Allah. semoga kita tidak menjadi sekuler dalam perjalanan hidup kita. Apapun yang terjadi pasti ada akibat dari apa yang pernah kita perbuat.
Orang yang beriman adalah orang tidak pernah kehabisan alasan untuk bersyukur kepada Allah.
Bersyukur itu tidak memberikan syarat.
Doa Nabi Sulaiman dalam Al Qur’an berisi permohonan agar selalu mampu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah :
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh.
(QS. An Naml : 19)
Pentingnya keluarga dalam kehidupan kita sebagai orang beriman merupakan sesuatu kita sadari. kita boleh kecewa dengan keluarga kita tetapi keluarga itu merupakan komponen penting dalam kehidupan kita. Dan "sesungguhnya tidak ada ikatan yang paling kuat kecuali ikatan kita bersama keluarga".
Inilah yang menjadi kita paham kenapa Para Nabi di perintahkan menikah oleh Allah ? supaya mereka memiliki keluarga. karena support system terbaik itu ada pada keluarga.
Kalau saja para nabi tidak diperintahkan oleh Allah untuk menikah, kita tidak bisa mengambil gambaran & pelajaran dari kisah2 mereka. Para Nabi & Orang2 sholih disuruh menikah oleh Allah, agar bisa membangun support system terbaik dalam kehidupan yaitu keluarga. Ikatan yang tidak pernah terputus adalah ikatan kita bersama keluarga kita tercinta.
Ketika seseorang akan meninggal atau dicabut rohnya para malaikat datang secara rombongan & mereka duduk sepanjang mata memandang kepada orang yang mau dicabut rohnya. menjemput untuk kita pulang., hal ini di sampaikan dalam surah Al Fajr.
وَّجَاۤءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ (٢٢)
dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,
(Q.S. Al-Fajr ayat 22)
Ada 14 terminal yang kita lalui sebelum diputuskan apakah kita masuk neraka atau surga.
Hubungan keluarga adalah bukan hanya hubungan biologis tetapi akan bersambung ke akhirat.
Perkataan terakhir Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebelum wafat adalah doa:
Allahummaghfirli warhamni, wa alhiqni bir-rafiiqil a'la
Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. Beliau mengucapkan kalimat ini sambil mengangkat tangannya
Keluarga itu Indah, yang menjadi tidak indah itu adalah karena kurang sabar & kurang syukurnya.
Pentingnya keteladanan dan timbal balik dalam keluarga. Ketika orang tua dan pasangan saling menjadi tempat bernaung yang aman, anak-anak akan meniru kehangatan tersebut, sehingga tercipta keluarga yang Qurrata A'yun (penyejuk hati dan pandangan).
- Suasana rumah yang penuh kasih sayang, penerimaan, dan komunikasi terbuka membuat anggota keluarga selalu rindu untuk pulang.
- Saat orang tua mencontohkan kelembutan, ibadah yang baik, dan akhlak mulia, anak akan tumbuh meneladani nilai-nilai tersebut.
- Memohon kepada Allah SWT agar keluarga dianugerahi ketentraman dan menjadi penyejuk hati, seperti yang tercantum dalam Surah Al-Furqan ayat 74:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا (٧٤)
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqon : 74)
Allah menjadi kan keluarga menjadi tidak sempurna untuk menjadi ujian buat setiap keluarga
Para Nabi pun dalam keluarga mendapat ujian. contoh Nabi Nuh & Nabi Luth (di uji dengan isterinya), Nabi Ibrahim diuji oleh Bapaknya (Azar) karena berbuat kesyirikan. Nabi Muhammad di uji oleh pamannya. dll
Apabila seseorang bisa melewati ujian dalam keluarga. Allah Subhana Wata’ala berfirman.
اُدْخُلُوا الْجَنَّةَ اَنْتُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُوْنَ (٧٠)
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.”
(Q.S. Az-Zukhruf ayat 70)
Mari kita memandang urusan keluarga kita itu bukan hanya sebatas hubungan cinta & biologis. Urusan keluarga itu adalah tentang *Ikhsan*.
*Dikisahkan dari Umar bin Khattab :*
Pernah ada seorang laki-laki yang datang kepada Khalifah Umar bin Khattab dengan niat menceraikan istrinya karena ia merasa tidak lagi mencintainya.
Mendengar hal itu, Sayyidina Umar melarangnya dan memberikan nasihat yang tegas.
“Celakalah kamu! Apakah setiap rumah tangga itu harus dibangun di atas dasar rasa cinta? Di mana letak tanggung jawab dan kesetiaan?!”
Umar bin Khattab mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar tentang cinta, melainkan tentang komitmen, rasa tanggung jawab, dan saling menjaga kehormatan.
Siapapun yang di uji oleh suaminya maka dia mendapatkan pahala spt Bunda Asiyah yang diabadikan doa nya dalam Al Qur’an surah At Tahrim ayat 11 Doa nya yaitu :
رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.
Siapapun yang di uji oleh isterinya maka dia mendapatkan pahala sepeti Nabi Nuh.
Orang baik adalah orang yang membalas kejahatan dengan kebaikan.
Konsep orang beriman dalam keluarga adalah Sehidup Sesurga
Kegiatan penghuni kubur adalah :
- Tidur sebagaimana tidurnya orang pengantin.
- Mengunjungi keluarganya dalam kubur
- Menyambut Roh keluarga yang baru datang karena orang meninggal ada barkzah (pembatas antara kehidupan orang yang hidup & orang yang sudah meninggal)
Allah Subhana Wata’ala berfirman :
لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ (١٠٠)
agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.
(Q.S. Al-Mu'minun ayat 100)
Malaikat saja tidak punya keluarga memintakan doa kepada Allah untuk orang-orang beriman.
رَبَّنَا وَاَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنِ ِۨالَّتِيْ وَعَدْتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ (٨)
"Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana".
(Q.S. Gafir ayat 8)
Salah satu Indikator kebahagiaan yaitu bahagia bersama keluarga & traveling bersama keluarga.
Pepatah : Dunia itu indah ketika kita belum memiliki, tetapi kalau sudah memiliki maka itu akan terasa biasa.
Keluarga dalam kehidupan dunia & akhirat, Allah membagi menjadi 4 kategori yaitu :
- Keluarga yang bertemu di dunia tetapi tidak dipertemukan di akhirat. karena Perbuatan Syirik kepada Allah. Pertemuan di akhirat mempunyai syarat yaitu kebaikan & kebenaran. Perumpamaan ketika di akhirat, untuk kita masing2 menyelamat kan diri sendiri. Allah Subhana Wata’ala berfirman
يُبَصَّرُوْنَهُمْۗ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِىِٕذٍۢ بِبَنِيْهِۙ (١١)
sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya,
(Q.S. Al-Ma'arij ayat 11)
وَصَاحِبَتِهٖ وَاَخِيْهِۙ (١٢)
dan istrinya dan saudaranya,
(Q.S. Al-Ma'arij ayat 12)
وَفَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُـْٔوِيْهِۙ (١٣)
dan keluarga yang melindunginya (di dunia),
(Q.S. Al-Ma'arij ayat 13)
وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاۙ ثُمَّ يُنْجِيْهِۙ (١٤)
dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya.
(Q.S. Al-Ma'arij ayat 14)
- Syarat pertemuan di akhirat adalah iman.
- Dalam mendidik anak Maka fokuslah pada Aqidah & Tauhid.
- Salah satu permintaan kita kepada Allah adalah meminta agar Aqidah kita kuat (tidak berbuat syirik).
- Pentingnya membangun connecting sebelum melakukan koreksi.
2. Keluarga yang tidak pernah bertemu di dunia tetapi mereka sama-sama beriman, maka pada hari kiamat Allah akan pertemukan nya di surga.
kenikmatan di surga adalah salah satunya bisa saling menarik pasangan / anak ke derajat tertinggi (tingkatan dalam surga)
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ (٢١)
Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
(Q.S. At-Tur ayat 21)
اُدْخُلُوا الْجَنَّةَ اَنْتُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُوْنَ (٧٠)
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.”
(Q.S. Az-Zukhruf ayat 70)
Nikmat tertinggi di surga adalah :
- Bisa melihat wajah Allah
- Bisa bertetangga dengan nabi
- Bisa dilayani oleh bidadari2 surga
- Bisa melihat peristiwa2 kejadian di neraka.
3. Keluarga atau kerabat bertemu di dunia tetapi bertengkar di akhirat.
اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَۗ ࣖ (٦٧)
Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.
(Q.S. Az-Zukhruf ayat 67)
Nilai tawakkal kita kepada keluarga untuk mendapatkan hidayah adalah dengan melangitkan doa-doa dalam setiap ibadah kita
Musibah seseorang bisa menjadi pelajaran buat kita
4. Keluarga yang Bertemu di dunia & bertemu di akhirat.
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ (٢١)
Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
(Q.S. At-Tur ayat 21)
وَاَمْدَدْنٰهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَّلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ (٢٢)
Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
(Q.S. At-Tur ayat 22)
يَتَنَازَعُوْنَ فِيْهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيْهَا وَلَا تَأْثِيْمٌ (٢٣)
(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa.
(Q.S. At-Tur ayat 23)
۞ وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَّهُمْ كَاَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَّكْنُوْنٌۚ (٢٤)
Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
(Q.S. At-Tur ayat 24)
وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ (٢٥)
Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa.
(Q.S. At-Tur ayat 25)
قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِيْٓ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ (٢٦)
Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).
(Q.S. At-Tur ayat 26)
Pernikahan tidak untuk kebahagian tetapi pernikahan untuk keberkahan.
Prinsip orang beriman dalam menbangun keluarga adalah bukan Sehidup Semati tetapi Sehidup Sesurga
Wallahuallam biswohab.









Post Comment
Post a Comment
Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.
Dont be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)