Top Social

Featured post slider

Showing posts with label Financial. Show all posts
Showing posts with label Financial. Show all posts

CARA BIJAK MENGGUNAKAN UANG THR

Wednesday, March 19, 2025



Sebentar lagi sudah memasuki lebaran. Dan ada fenomena yang terjadi di masyarakat kita (di Indonesia) dimana biasanya mendekati lebaran / Idul Fitri maka akan ada turunnya uang THr (Tunjangan Hari Raya).

Nah, biasanya (mayoritas) para ibu-ibu berbondong-bondong langsung belanja membeli pakaian baru dan perhiasan. Oke, tidak mengapa, anggap juga hari Raya menjadi moment bertemu sanak-saudara, tidak ada salahnya bersilaturahmi dengan mengenakan pakaian terbaik kita, toh ini juga namanya Hari raya besar Umat Islam. 
Tetapi (terkadang) agak disayangkan, beberapa banyak wanita juga membeli perhiasan. It's Ok itu uang-uang sendiri terserah mau di pergunakan untuk membeli perhiasan yang diinginkan. Tetapi saranku, sisihkan sedikit uang untuk bisa membeli emas Logam Mulia.

ya! Emas Logam Mulia (yang biasa bahasa umumnya disebut 'Emas Batangan').
Kenapa sangat saya sarankan untuk membeli Logam Mulia ini?
Karena beberapa alasan baik yang akan saya jabarkan dibawah ini. Selain itu, karena Indonesia rupiah pelan-pelan sedang menghadapi yang namanya "Inflasi", maka Logam Mulia adalah salah-satu bentuk investasi yang baik untuk menjaga uang kita terhadap inflasi Nilai Tukar Rupiah saat ini.

So, berikut Tips-tips-nya :

  1. Bisa langsung ke Butik Antam aja, ada di kota2 besar,
  2. Kadang Antam juga buka booth di Mall tertentu (follow aja IG resminya @antamlogammulia ). Di IG story-nya jg selalu di share harga LM per gram/ update harga per hari-nya.
  3. Atau bisa beli online di website resminya PT. Antam. Nanti dikirim ke rumah.
  4. Bisa order jg online di Website resminya : https://www.logammulia.com/id .
  5. Hanya LM yg beli di Butik Antam Resmi, yg bisa kita bawa pas keluar negeri & hanya LM keluaran ANTAM yg diterima utk dijual di luar negeri.
  6. Untuk cek "keaslian LM" bisa download apps "Certieye di google play store". Di kemasan LM Antam bagian belakang ada barcode ; QR-nya di scan pakai apps Certieye tsb. Nanti akan muncul Verifikasi bahwa LM tsb asli, kode cetak tahunnya & nomer seri-nya sama dengan yg tercantum di kemasan putih Antam.
  7. LM / Logam Mulia baiknya disimpan "minimal 5 thn", agar terasa investasi & keuntungan yg di dapat.
  8. Bisa beli dompet penyimpanan LM agar rapih di toko-toko online.
  9. LM adalah satu cara investasi terbaik bagi kita masyarakat umum, agar terjaga dari Inflasi Nilai Tukar Rupiah.
  10. Please....kalau bisa beli / jual Antam JANGAN di toko Emas  ya, harganya kalau LM dijual di toko emas suka direndahin. Better dijual lg LM-nya di Butik Antam (makanya disarankan belinya jg di Antam).
11). Untuk tahu Butik Antam di kota kamu dimana saja, tinggal googling ya. Cari Butik Resmi Antam. Jangan manja.
Semoga infonya sedikit membantu yang pada mau THR-nya ntar buat beli LM.

FINANCIAL JOURNEY #4 : JENIUS BTPN. SEJENIUS MANFAATNYA

Wednesday, July 24, 2019


Artikel sebelumnya : Financial Journey #3 (asam garam punya 4 akun Bank)

Tulisan ini adalah artikel lanjutan dari artikel Financial planning sebelumnya.
Dan kali ini aku mau membedah sebuah aplikasi baru yang baru hadir 2 tahun terakhir ini di Indonesia. 

Apa lagi kalau bukan aplikasi Jenius keluaran Bank BTPN.

Apa sih Jenius?
Jenius adalah aplikasi perbankan digital revolusioner yang yang dilengkapi dengan kartu debit Visa dan Gerbang Pembayaran Nasional untuk membantu penggunanya melakukan aktivitas finansial seperti menabung, bertransaksi, atau mengatur keuangan dengan lebih mudah, cerdas, dan aman. 

Kenapa kali ini aku ngebahas salah satu aplikasi dari Bank yang mayoritas menangani dana pensiunan?
Jawabannya, saya ulas di bawah ini.

FINANCIAL PLANNING PART #2.
*ceritaku.

Nah, sampailah aku di kuartal kedua di tahun 2019. Saat mau pulang kembali ke Jakarta, saya dan suami melipir dulu ke Mall Ciwalk sejenak sambil menunggu jam keberangkatan moda travel. Sampai akhirnya tanpa sengaja, bertemulah kami dengan booth Jenius-BTPN di mall Ciwalk. 

Beberapa waktu sebelumnya saya dan suami memang sudah mulai penasaran dengan 'aplikasi Jenius' yang sedang nge-trend di kalangan anak muda milenial. Jadi tanpa pikir panjang, kami pun melipir ke booth ini. Dari sinilah semua perombakan pos bank yang dimiliki dirubah. Diantaranya :

1). BANK CIMB NIAGA :
Akun tabungan di Bank Niaga masih tetap dibuka, karena untuk bayar iuran IPL bulanan milik pengembang tempat tinggal.

2). BANK BTPN :
Akhirnya aku buka juga akun Jenius. Dan di akun Jenius ini, sengaja aku bikin (pecah) beberapa pos.

Pos apa saja yang aku buka di Akun Jenius-BTPN?

Jenius, aku pakai untuk :

   (a). Kartu Debit Utama :
Diperuntukan untuk belanja sehari-hari. Setelah suami gajian, sekian persen uangnya langsung  ditransfer ke Jenius-ku dan nanti aku pecah-pecah.

   (b). Kartu Debit Tambahan :


Di Jenius kita bisa minta hingga 3  kartu debit tambahan. Dan kali  ini aku coba  dahulu untuk minta 1 kartu debit tambahan. Kartu debit tambahan ini (kartu ATM tambahan) saya pakai untuk akun menyimpan uang pribadi. Dengan kata lain, digunakan sebagai gantinya akun BCA. Jadi BCA aku tutup selama2nya, soalnya admin Bank BCA per bulannya nyesek cyin 🤪.

   (c). Pakai Fitur Flexi Saver :
Fitur Flexi saver dalam aplikasi Jenius ini diperuntukan buat Tabungan pribadi.
Selain itu, dana untuk keperluan bayar Tagihan air + listrik rumah Papa, aku juga ambil dari pos ini tiap bulannya.
Simpan uang di flexi saver gunanya biar uang milik pribadi nggak semuanya tersimpan di kartu ATM tambahan...malah bikin boros.
Jadi sebagian aku masukin ke Flexi saver. Ya anggap saja kayak uang Kita disimpan di 2 kantong berbeda. Jadi nggak cepat habis.


   (d). Pakai Fitur Maxi Saver :
Alias deposito. Kita gausah ke bank buat bikin deposito. Langsung   bisa  apply buka deposito di HP sambil leyeh-leyeh di kasur.
Di menu 'Maxi Saver' ini, aku peruntukan untuk simpan uang Tabungan Wajib Rumah Tangga. Bebas bisa Kita setting sendiri mau buka depositonya berapa bulan.

Nah persentase pemasukan yang di dapat, dipecah jadi gimana sih?
Itu semua pembagiannya bisa kamu baca lengkap ulasan serta penjelasannya secara di detail di artikel blog sebelumnya (Financial Journey Part #3).

So, semoga bermanfaat ya sharing tentang financial kali ini ☺️.



FINANCIAL JOURNEY #3 : ASAM GARAM PUNYA 4 AKUN BANK

Tuesday, July 23, 2019

Bismillahi'rahmanirahim

Siang-siang gini tanggal tua mendekati gajian, jadi kepengen sharing cantik tentang 'FINANCIAL PLANNING' ah.
Terinspirasi karena siang ini ngobrol seru ngalor-ngidul sama sahabat nun disana tentang pengaturan keuangan ☺️
Nah, yuk Kita mulai sharing-nya.

FINANCIAL PLANNING PART #1.
*ceritaku.

Jadi ceritanya ada beberapa temen yang nanya tentang update gimana aku ngatur keuangan sekarang.
Nah berhubung pengaturan keuangan aku di tahun 2019 sudah ada perubahan, biar pembaca blog nggak bingung..., aku ceritain dulu ya pengaturan keuangan aku di awal-awal berumah tangga 😚.

Awal-awal menikah, saldo di tabunganku hanya tinggal Rp.400.000 dan semuanya aku sedekahin.
Jadi per Hari pertama jadi Wife, aku dan suami mengandalkan gaji bulanan. Dimulai dari 0 ceritanya, kayak prinsip pom bensin.hehe....

Dari awal menikah, aku punya 4 Rekening Bank. Terdiri dari :

(1). BANK MANDIRI :

Sejak pindah bekerja ke anak Perusahaan BUMN di kota Bandung, bikin keuangan aku mulai kocar-kacir. Yang sebelumnya bisa ngasih uang buat Papa dalam jumlah lumayan, tapi semenjak dipaksa calon Ibu mertua untuk resign, efek sampingnya jadi bikin nominal gaji aku menciut super drastis. Selain berkurang banyak nominal gaji yang diterima, aku nggak bisa lagi ngasih Papa uang, ditambah pula aku empot-empotan untuk nabung buat persiapan nikah.

Tapi apa daya, karena satu dan lain hal dimana aku terpaksa pindah ke perusahaan lain, akhirnya bikin aku juga harus buka Rekening baru di sebuah bank yang ditunjuk oleh Perusahaan sebagai bank yang mengurus payroll-ku tiap bulan.

Kala itu aku gajian setiap tanggal 25. Dan seketika saat gaji kerja sudah masuk Rekening, seluruh saldonya aku transfer semua ke BCA dan BRI.
Kenapa sih nga disimpen di mandiri aja, Lan?
Because I really really Hate Bank Mandiri so much 😒.

(2). BANK BCA

BCA ini sebenernya satu-satunya Bank kesayanganku. Karena aku bikin akun di Bank BCA semenjak kuliah (2004). Betapa senengnya saat itu saat jadi anak kuliahan dan punya kartu ATM bank BCA.hahaha....

Dari mulai awal kuliah, Lulus kuliah, masuk kerja, resmi jadi karyawan ibukota, sampai menikah pun, Bank BCA bener-bener setia nemenin dompet aku. Nomer Rekeningnya nggak pernah berubah.
Bahkan  saat uang gajian sudah masuk di Rekening Bank Mandiri pun, semua uang  pribadiku dipindah ke akun Bank BCA ini, termasuk untuk menabung uang milik sendiri + hasil jualan kecil-kecilan.

(3). BANK CIMB NIAGA :

Nah, membahas bank  1  ini, dibaliknya ada cerita menarik. Ini adalah akun Bank yang saya buka saat pertama Kali hijrah ke Lippo Karawaci. Bikin akun di bank ini ya tidak lain karena memang Perusahaan menggunakan jasa payroll memakai Bank Niaga ini. 
Dan emang keputusan tepat, bahwa tempat kerjaku dulu pakai Niaga, soalnya aku pribadi seneng banget pake akun Niaga.
Kenapa?
Karena fitur internet banking & mobile banking-nya super duper user friendly. Nyenengin deh buat pakainya. Nggak perlu remote token juga buat dibawa kemana-mana kayak Bank Mandiri dan BCA yang pake token. Repot cuy! Hahaha...

So, after menikah dan udah nggak gajian lagi melalui bank ini, makanya akun Niaga 1 ini diisi dengan saldo untuk nafkah bulanan (alias untuk belanja kebutuhan harian ; belanja bulanan rumah tangga, jajan berdua, uang travel Bdg-Jkt, disimpen disini.

(4). BANK BRI :

Sebenernya dulu dari jaman aku masih jadi anak TK imut-imut, Papa udah bukain aku Rekening di BRI. Sampai akhirnya ketutup sendiri.
Nah sejak kerja di ibukota, aku coba untuk buka Rekening BRI lagi, karena kebetulan Papa pakenya bank BRI. Makanya sengaja aku buka akun ini untuk nransfer kebutuhan Papa lainnya (belanja, isi kulkas, dll) walau nggak seberapa.
Yaaa jadi akun Bank BRI ini isinya nggak begitu banyak. Saldo uang lebih banyak aku simpan di BCA.

Selepas akhirnya Resign, finally akun bank Mandiri aku tutup selama2nya.
Dan officially akhirnya hanya punya 3 akun Rekening :

(a). Bank BCA : untuk kebutuhan pribadi.
(b). Bank BRI : untuk rutin tetep ngirim ke Papa.
(c). Bank CIMB NIAGA : untuk belanja harian & bulanan + tabungan Wajib rumah Tangga.

Setelah Papaku meninggal dan bersamaan dengan nemu 1 Bank dengan kecanggihan fiturnya, akhirnya saya rombak lagi Akun perbankan yg dimiliki 😅.

Apa aja sih yang dirubah untuk pengaturan keuangan saya baru-baru ini?

Jawabannya, akan aku tulis di postingan blog berikutnya ya :)

FINANCIAL JOURNEY #2 : FINANCIAL ADVICE

Monday, November 27, 2017



FINANCIAL ADVICE FOR MARRIED COUPLES

Perjalanan keuangan Rumah-tangga itu memang bisa menguras energi dan perasaan, karena setelah saya dan suami menikah dan menata keuangan mulai dari Nol (ya, 24 jam setelah kami menikah, saldo di ATM saya hanya 400 ribu rupiah saja & saya sedekahkan semuanya). Walhasil Rumah tangga kami dimulai dari Nol (seperti prinsip Pom bensin). Dan saya serta suami hanya mengandalkan gaji bulanan.

Untuk yang bertanya, "loh Lana, kan pasti setelah menikah, dapat uang cecepan amplop dari para tamu undangan resepsi?"
Yap. Dari resepsi pernikahan Saya & suami, sudah pasti tentunya kami dapat amplop cecepan dari para tamu undangan yang total jumlahnya lumayan besar. Tetapi seluruh uang cecepan tersebut (amplop para Tamu) kami serahkan seluruhnya ke orangtua kami.
Jadi, setelah kami menikah....ya memang hanya gaji kerja bulanan saja yang kami andalkan untuk menyambung hidup berumah-tangga dari Nol.

Maka sejak itulah, saya berprinsip dan menjalankan konsep Keuangan rumah tangga yang dipercayakan oleh suami kepada saya, dengan menggunakan Rumus "Hemat Pangkal Kaya". 
Bersyukurnya saya, suami sangat tidak rewel dengan kebiasaan saya memasak masakan rumahan.

Setiap bulan kami hanya punya porsi secukupnya untuk hidup, hampir seluruh pendapatan ditabung dan dijadikan investasi / tabungan wajib. Dengan kata lain, kami selalu berusaha agar setidaknya 50% dari pemasukan yang di dapat dari gaji, kami tabungkan ke Rekening Bank, dan tidak akan kami pergunakan untuk pengeluaran rutin bulanan, melainkan untuk hal-hal urgent ataupun untuk dana liburan (honeymoon) akhir tahun, atau travelling entah kemana.

Itulah kenapa, pada tengah tahun maupun akhir tahun, saya sendiri atau bersama suami bisa Staycation sejenak di Hotel sembari liburan akhir pekan, atau travelling keluar pulau maupun backpacker-an keluar negeri jika dana mencukupi.

Buat kami, yang berumah-tangga dari titik Nol, tidak mengandalkan orangtua, prinsip mengatur keuangan dengan terperinci dan menggunakannya se-efisien mungkin, menjadi jurus jitu kami bisa mencukupi kebutuhan kami termasuk hiburan dan liburan.

Jadi, kali ini saya akan sedikit berbagi tips n trik penggunaan keuangan Rumah tangga yang saya kelola. Semoga bisa sedikit membantu :

  • Belanjakan uangmu untuk kebutuhan pokok (makan, minum dan kualitas istirahat untuk jangka panjang seperti membeli bantal, guling, seprai dengan kualitas bagus).
  • Jangan pernah malu dan malas untuk belanja di mang sayur & memasak seminggu 5x (senin-jumat).
  • Tidak perlu beli pakaian & aksesoris yang ujung-ujungnya hanya kamu simpan di lemari. Belilah pakaian yang memang jangka waktu pemakaiannya long term (awal beli memang cukup mahal, tapi membuatmu tidak membeli baju baru dalam 1 tahun bahkan lebih).
  • Paksakan untuk saving (menabung) 50% dari total penghasilan suami+istri / salah satunya bila istri tidak bekerja.
  • Kalau memang tidak bisa saving sebesar 50%, pastikan tetap disiplin untuk menabung setiap bulannya dengan Nominal yang tetap setiap bulannya. Dan hanya boleh dipergunakan untuk hal-hal yang urgent / liburan.
  • Selalu miliki 1 Rekening (1 akun bank) yang dikhususkan untuk Penyimpanan Dana Darurat. Bisa dalam bentuk 1 akun Rekening terpisah dengan akun Rekening lainnya yang sering kita pergunakan untuk belanja harian (tidak disatukan dengan kartu ATM untuk pengeluaran kamu sehari-hari). Untuk jelasnya, saya bahas di sini Financial Journey #1 
  • Jangan mudah tergoda dengan barang-barang ber-Label 'Sale /Diskon'. Karena pada akhirnya kebutuhan paling utama manusia hanyalah makanan dan tempat tinggal yang layak (tidak kehujanan, tidak kepanasan). Selebihnya hanyalah 'kepengen ini-itu" yang ujung-ujungnya hanya kita letakkan di pojok kamar, digantungan lemari. Dan semua hal / barang-barang tersebut bukanlah hal-hal prioritas bagi saya dan suami. 
  • Untuk dana transportasi, bisa kami tekan dengan menggunakan motor pribadi (tidak memakai mobil/ taksi). Lumayan, selain bisa menikmati angin segar, juga mengajarkan kami untuk hidup sederhana, secukupnya saja.
  • Bila menginginkan beli barang-barang dengan harga sekali gesek lumayan menguras dana bulanan (seperti membeli rak dapur, kursi, lemari) maka kami akan menggunakan pos Dana Darurat (tabungan Wajib), dan bagaimana pun caranya, bulan depan jumlah npminal tabungan yang dimasukkan harus lebih sehingga menutupi dana jebol yang bulan kemarin kami sempat ambil.
  • Untuk budget peralatan lenong buat saya seperti bedak, lipstik dan sebagainya, alhamdulillah tidak menguras. Mungkin dikarenakan saya sendiri juga tidak terlalu suka untuk ber-make up cetar. Bagi saya, kulit yang sehat adalah kulit yang jarang terpapar alat lenong. Cukup bedak tipis, sedikit sepuhan blush on tipis, lipstik yang tidak mencolok, eye shadow warna senada dengan blush on, sudah membuat suami saya bilang bahwa istrinya 'Cantik". 
  • Jangan pernah perhitungan saat belanja buah-buahan & juga vitamin. Karena kesehatan Kita & pasangan adalah prioritas utama. Lebih baik Kita lebihkan 100-200 ribu rupiah untuk pos pembelian buah-buahan serta vitamin dalam sebulan, dibanding harus mengeluarkan sekian juta untuk rawat jalan hingga rawat inap di RS.
  • Jika Kita memiliki Asuransi Kesehatan yang sudah di cover oleh perusahaan tempat kerja, maka jangan di sia-sia-kan. Gunakan manfaat Asuransi Kesehatan yang di dapat, dengan semisal pergunakan untuk check up kesehatan maupun check-up kontrol Gigi rutin secara berkala (setidaknya scalling gigi 4 bulan sekali).
  • Saya & suami masing-masing memegang kartu kredit sendiri. Tapi kartu kredit ini hanya kami pergunakan untuk membeli Tiket penerbangan dan membayar Hotel (dimana selalu diberi keringanan potongan/ Discount bagi Nasabah bank-bank tertentu bila menggunakan Kartu kredit dari produk Bank tersebut). Dan keesokan harinya saat Tagihan keluar, langsung kami lunasi dengan m-banking.
  • Kartu kredit yang masing-masing kami miliki pun berfungsi sebagai 'ATM Darurat'. Yang bila semisal saya & suami sedang berada di kota / Negara yang berbeda, sedangkan ada anggota keluarga kami masing-masing yang tiba-tiba masuk RS, maka penggunaan kartu kredit amat membantu untuk meng-handle jenis-jenis pembayaran darurat seperti itu.
  • Kami membiasakan agar tidak pernah berhutang! Ya, bisa dibilang kami berdua tidak suka dengan berhutang. Itu kenapa semaksimal mungkin bila kami menginginkan sebuah barang tertentu dengan harga lumayan tinggi, kami akan menabung dahulu 1-2 bulan agar pada bulan berikutnya kami bisa membeli barang tersebut secara cash. Tips lainnya, kamu bisa intip website / akun media sosial toko tersebut, dan biasanya dalam bulan-bulan tertentu biasanya toko mereka melakukan sale besar-besaran (misal : menjelang Hari Raya, menjelang natal, diskon tengah tahun, diskon akhir tahun, diskon bulan ulang tahun toko tersebut,dsb).
  • Dari hidup hemat & bijak dalam menggunakan uang itulah, maka seminggu sebelum gajian, dimana di saat orang kebanyakan bokek, justru kami masih bisa menikmati jalan-jalan dan sesekali wisata kuliner, ngemil J.CO selusin berdua, ngadem siang Hari di cafe dan lanjut nonton bioskop. 

Read more : Financial Journey #4 (JENIUS BTPN. Sejenius manfaatnya)

Dari bulan pertama pernikahan, saya sudah membuat sebuah Format Excel di laptop & mencatat seluruh pengeluaran kami berdua secara aktual dan detail. Dari situ saya bisa melihat & mengetahui bahwa ada pengeluaran yang bisa saya cut karena sebenarnya tidak perlu & bisa dimasukkan ke pos Tabungan / pos pengeluaran lainnya.

Bagi yang ingin minta format Excel Pencatatan Keuangan Rumah Tangga yang saya pergunakan selama ini, silahkan bisa tulis email kamu di kolom comment di bawah ini / bisa kirim email ke saya. Nanti akan saya kirimkan format excel-nya ya :)

Semoga tips dan trik sederhana ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang bingung mengatur perencanaan keuangan Rumah tangga, terutama bisa berguna untuk para Newly weds (Pengantin baru, karena Ujian Pernikahan dimulai setelah kamu menjadi Suami dan Istri). Enjoy the rules and be happy.

Read more : Rumah Tangga. Pembelajaran tanpa akhir












FINANCIAL JOURNEY #1 : FINANCIAL PLANNING

Monday, November 13, 2017

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin menulis tentang Keuangan Rumah tangga yang selama ini saya kelola. Tapi pada akhirnya baru muncul trigger buat nulis setelah minggu kemarin bikin status di IG, eh tau-taunya ada yang nge-DM serta whatsapp dan nanya gimana sih cara saya me-manage keuangan dan pengeluaran rumah tangga, padahal saya hanyalah Ibu rumah Tangga plus mereka heran kok masih bisa jalan-jalan liburan (travelling) keluar kota bahkan keluar negeri. 

Awalnya, saya hanya jawab sebisa saya. Tapi setelah ada beberapa orang yang nanya dengan inti pertanyaan yang sama, 'How I manage my money'. Jadinya menelurkan ide untuk saya jabarkan dengan super jelas di blog kesayangan.

Jadi awalnya saat 1 bulan sebelum menikah, saya sudah mengajak calon suami untuk mulai membahas tentang Konsep Pengeluaran Rumah Tangga kami nanti. Alhamdulillahnya, calon suami nggak menolak, justru mendukung.

Makanya saya langsung buatkan Pos pengeluaran (normal) dalam Rumah tangga kebanyakan di Indonesia (saya bisa tahu macam-macam pengeluaran rumah tangga sebelum nikah, soalnya saya sudah hidup tanpa Ibu 20 tahun lebih, so alhasil pengeluaran apa saja yang biasa dikeluarkan sebuah rumah tangga, saya tahu jelas. Uangnya sih yaaa masih pake uang Papa saya hehe...).

Berikut saya jabarkan penggunaan keuangan Rumah tangga kami. Semoga bermanfaat.

PEMASUKAN RUMAH TANGGA

Dikarenakan saat ini saya sedang tidak bekerja, maka sumber pemasukan Rumah tangga ada di tangan suami. Di setiap tanggal 25 setiap bulannya, adalah tanggal Suami tercinta gajian.

Yap, suami dengan berbaik hati selalu memberi tahu tanggal beliau gajian. Jadi, saat tanggal 25 pagi hari, senyum istri akan merekah bak taman bunga 1 taman. Kenapa? Soalnya di pagi hari setibanya suami sudah di kantor, ia akan mengirimkan pesan cukup romantis dengan kalimat, 
"Mama, ini ya Papa sudah transfer (nominal sekian) untuk kebutuhan bulanan rumah tangga ke Rekening Mama. Tolong diatur dengan baik ya. Papa percaya sama Mama bisa mengatur keuangan keluarga kecil kita. terimakasih"

Terus terang saya termasuk penggemar berat pengguna layanan dari BANK CIMB NIAGA, karena banyak sekali kemudahan yang saya temukan, dari mulai fasilitas mobile Banking-nya yang mobile friendly, hingga internet Banking yang menu-menunya amat sangat mudah saya pakai.

Salah satu kelebihan lainnya, m-Pin untuk bertransaksi langsung masuk ke HP kita via SMS (tidak perlu repot-repot kita harus membawa token kemana-mana).
Saya nga suka ribet bawa token, kalo tiba-tiba ilang/ jatuh malah bikin tambah repot.


PENGELUARAN RUMAH TANGGA

1ZAKAT & SEDEKAH

Bagi saya dan suami, kami sudah sepakat bahwa Zakat dan Sedekah tidak kami masukkan ke budget pengeluaran bulanan (terpisah). Jadi di saat suami sudah menerima gajinya, maka langsung akan dipotong untuk Zakat & Sedekah hari itu juga dan langsung dilakukan.
Dengan begitu, setiap tanggal 25 (saat suami men-transfer sejumlah dana untuk pengeluaran bulanan ke Rekening Istri), itu sudah murni 100% untuk tabungan wajib + pengeluaran rutin bulanan.


2. TABUNGAN WAJIB  55%

Setelah saya menerima dana untuk pengeluaran Bulanan Rumah tangga, maka saya akan langsung memasukan dana sebesar 55% dari keseluruhan dana yang diterima pagi itu, untuk saya masukkan ke Rekening Tabungan Wajib.

Saya memang sengaja membuat 2 Rekening bank terpisah di Bank Cimb Niaga disertai kartu Debit, sehingga uang yang akan saya investasikan ini (55% dari pemasukan) tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Rekening terpisah tersebut, masing-masing dipergunakan sbb :
  1. Rekening A   :  untuk pengeluaran harian & belanja bulanan dalam sebulan pengeluaran,
  2. Rekening B : Tabungan Wajib, yang dimana khusus saya peruntukkan untuk menyimpan sejumlah dana dengan Nominal tertentu (tiap bulannya nominal yang kita masukkan tetap dan tidak berubah). Dana tersebut juga tidak boleh dipergunakan untuk kebutuhan bulanan. 
Tabungan wajib (Saldo di Rekening B) hanya akan kami gunakan untuk hal-hal yang dalam pengunaannya nanti memerlukan dana besar dalam sekali pengeluaran, seperti : 
  • keperluan membayar rumah dalam jumlah besar
  • dana liburan (meliputi pembelian tiket pesawat, booking hotel)
  • penukaran mata uang Rupiah bila kami perlu untuk menukarnya dengan mata uang asing.
  • untuk wisata kuliner selama liburan.
  • Dana darurat :bila sewaktu-waktu kami sakit ataupun harus ke Dokter gigi
Jadi hukumnya BIG No No bagi kami untuk memakai Dana Tabungan Wajib untuk pengeluaran belanja kebutuhan rutin bulanan.

#NoteToMyself untuk Pos pengeluaran diatas masih bisa saya revisi di kemudian hari bila kelak sudah hadirnya anak (Amin ya Allah). Saya kepikiran bila nanti anak kesayangan kami sudah hadir, maka Pos Tabungan Wajib akan dipecah lagi menjadi 25% Tabungan Wajib & 30% Kebutuhan anak tentunya.

3. BIAYA HIDUP 30%

Untuk Biaya hidup disini kami menggunakan 30% dari pemasukan yang di dapat.
Dan biaya hidup ini akan saya pecah untuk beberapa sub-pengeluaran seperti :
  1. Belanja harian : saya pergunakan untuk belanja sayuran, daging-dagingan, buah-buahan, rempah-rempah. Sekedar catatan, untuk menghemat dana belanja, saya selalu masak di rumah Senin - Jumat.
  2. Keperluan dapur : minyak goreng 2 liter, beras merah, kecap, penyedap masakan, serta bumbu-bumbu dapur lainnya yang diperlukan untuk memasak sehari-hari. 
  3. Kebutuhan rumah tangga : seperti membeli pengharum pakaian, pengharum ruangan, cairan pembersih kamar mandi, dll.
  4. Kebutuhan pribadi : meliputi toiletries seperti sabun mandi, shampo, sikat gigi, pasta gigi.

4GAYA HIDUP 15%

Tidak dipungkiri, saya dan suami juga masih senang untuk jajan, makan diluar atau istilahnya wisata kuliner ceria saat kami pulang ke Bandung. Kenapa, karena dengan belum hadirnya Bayi sehat nan menggemaskan di tengah-tengah rumah tangga kami, maka salah satu cara kami Bahagia yang dengan Ma-Kan!.ahahahaa... 

Ya, terus-terang, hingga sudah menikah pun, kami berdua masih sangat hobi makan diluar. Entah itu hanya sekedar istrinya doyan beli lumpia basah 2 porsi sekaligus sekali makan, dan suami seneng ngemil shinlin saat nonton bioskop, dan ditambah jajan-jajanan rakyat seperti gorengan, atau sesekali go-food, delivery pizza ataupun ngemil apple pie McD.
Itulah mengapa saya masih ngotot bikin pos jajan, secara kalau sudah pulang ke Bandung....kuliner enak bertebaran dan bikin lidah ini bergoyang ngiler. Dan tidak lupa juga kami masih menyempatkan untuk membeli makanan untuk Orangtua. 
"Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving." -- Warren Buffet

Bersyukurnya, saya dan suami bukanlah tipe konsumtif harus membeli baju baru setiap bulannya atau makan di cafe setiap malam minggu. 
Kami bisa terlihat hanya pakai baju itu-itu saja, kaos kesayangan yang itu-itu saja. Tetapi pakaian yang kami pakai kenapa masih terlihat bersih dan bagus.... karena saat kami membeli pakaian, saya dan suami akan membeli baju dengan kualitas bahan yang baik, sehingga akan bernilai pakai tinggi (awet dipakai).

Seperti contohnya untuk :
  • t-shirt : saya & suami sudah jatuh hati dengan 1 merk : Uniqlo. Koleksi kaos kami berdua di dominasi merk Uniqlo karena menurut saya kualitas bahan kain Uniqlo lebih bagus, tebal, menyerap keringat dan awet dipakai, bila dibanding dengan HnM ataupun Giordano (kedua merk tersebut bahan kainnya tipis sehingga saya harus double pakai tank-top lagi, setelah dicuci 3x saja sudah muncul serabut kain). Disamping itu kami membeli kaos serupa dengan beberapa varian warna sehingga tidak bosan & bisa di mix n match.  Selebihnya adalah kaos-kaos suvenir saat kami travelling atau oleh-oleh keluarga. 
  • Baju resmi : Dikarenakan kami tinggal diluar kota dan memiliki banyak teman di Bandung, maka setiap kali ada acara resmi (undangan pernikahan), tentu saja kami akan sulit untuk bisa hadir. So, pakaian resmi menjadi salah satu jenis pakaian yang akan jarang kami kenakan.
  • Baju pergi / jalan-jalan : mungkin karena saya & suami punya mental dan pemikiran, "nyaman nomer 1", jadinya setiap kami pergi liburan atau mengunjungi orangtua di Bandung, kami akan memakai pakaian yang menurut kami nyaman dan yang penting masih sopan, dikarenakan kami masih menjadi penggemar setia akomoda travel setiap kami pulang ke Bandung. 

Dan selama menunggu hadirnya momongan, saya dan suami sepakat akan terus berikhtiar mencari rezeki dengan jalan halal dan baik serta istiqomah rutin bersedekah.
Karena saya ingat sekali dengan nasihat Papa, bahwa dengan cara sedekah, maka Allah akan menjaga Rumah tangga kami, menjaga apa yang kami makan dan menjadi berkah (bukan penyakit) serta menolak bala (cobaan berat). amin ya rabal'alamin.

Untuk Artikel & tips menarik selanjutnya tentang mengatur keuangan rumah tangga, kamu bisa langsung klik Link di bawah ini.


Read more : Financial Journey #2 (Financial Advice for Married Couples)



Custom Post Signature

Custom Post Signature