Ask : The Ideal Life
Jembatan Pertama
Sehari menjelang akhir tahun. Tahun ini tidak terlalu istimewa, tidak ada hal yang besar terjadi dalam hidupku, tapi juga menjadi tahun "Sebuah pembelajaran" yang cukup istimewa.
Kali ini aku akan kembali dulu di kisahku 11 bulan yang lalu. Di tanggal 9 Januari adalah hari terakhirku mengenang tempat dimana aku tumbuh, dimana aku belajar menjadi seorang anak yang sesungguhnya. Disitu pulalah aku memulai perjalanan kehidupanku yang masih tidak tahu apa-apa hingga detik ini mengenal dunia dengan segala deru ombak ujian yang menyertai.
Aku disini tidak akan mengupas kembali luka, duka dan trauma yang membuat hidupku babak-belur dengan hujaman airmata, tapi disini aku ingin bercerita bahwa pada akhirnya di usiaku kepala 4, aku mendapat (lagi) 1 pelajaran baru, yaitu : "sebaik-baiknya manusia saat hidup, saat sudah meninggalkan dunia (wafat) maka yang akan orang-orang (yang masih hidup) kenang adalah : bagaimana kamu memperlakukan mereka".
Pembicaraan demi pembicaraan, satu-satu akhirnya terlepas dari orang-orang yang pernah mengenalmu, mengenalnya saat masih hidup. Entah itu kisah kebaikannya, pertemuannya, hingga kesan dan wasilah yang tertinggal di dunia.
Bagiku, yang telah dan pernah menjadi sang anak perempuan, sang wanita dewasa, sang adik, sang kakak, dan menjadi sang istri, yang aku lakukan, aku perbuat di dunia sama-sekali hanya kosong bagi sebagian orang yang bertemu dan hidup berdampingan denganku. Sedangkan (kelak) nanti yang akan aku tinggalkan, yang akan aku lepaskan dan aku wasilahkan semasa hidupku untuk orang-orang yang aku tinggalkan, itulah yang akan berbekas di kehidupan mereka. di memory mereka, di perjalanan kehidupan mereka.
Aku.... bukanlah anak yang bisa dibilang anak sholehah, tapi aku juga termasuk anak yang baik. Semasa hidupku, amat-sangat sedikit aku membantah perkataan, ucapan, perintah dari orangtuaku yang hanya satu-satunya aku miliki yaitu Papa.
Bagiku kala itu, hidup dengan tanpa dekapan ibu, cukup membuatku berat menjalani hari-hariku hingga detik ini aku masih bernafas.
Anak-anak lain atau katakanlah orang-orang yang berasal dari keluarga cemara, mereka memandangku sebagai wanita dewasa yang aneh, berbeda, kaku, tertutup (introvert), cukup sulit ditebak, tidak siap akan hal yang mendadak, tidak normal dan banyak lagi penyebutan istilah yang menempel di pembawaan diriku yang sesungguhnya. Oh tentu saja, dan karakterku yang cinta kebersihan serta kerapihan grade A+ sudah menjadi cerminan sejati diriku ini.
Andai mereka tahu, memang aku merasa sejak kecil aku sudah aneh, aku sudah berbeda, aku sudah memiliki "isi kepala" yang tidak sama dengan orang-orang dan atau anak-anak normal kebanyakan.
Karena Ya! Aku sendiri memang menyadari, bahwa aku berbeda sejak aku ditinggal Mama meninggal dunia untuk selamanya. Sejak dunia seakan memaksaku merubah diriku dari seorang anak manis, menjadi anak penyendiri yang menekan segala emosi, tekanan, keinginan, kebutuhan, hingga yang terpenting aku menjadi anak yang "dibentuk" menjadi semuanya bisa di handle sendiri!.
Bukan aku yang meminta, tapi diriku pada akhirnya terbentuk sedemikian rupa menjadi anak perempuan yang mencetak secara otomatis kemampuan "Survival Mode". Karena pada akhirnya fase-fase perjalanan hidupku-lah yang mengajakku bermain ular tangga kehidupan yang tidak seindah perjalanan anak-anak kebanyakan. Ohhh… jangan ditanya seperti apa, tapi jika dipaksa, akan aku sebutkan beberapa contoh 'peristiwa' dimana Tuhan suka sekali bermain denganku sejak aku kecil.
Nanti, di bagian berikutnya, akan aku tuliskan apa saja hal yang Tuhan turunkan padaku hingga membuatku menjadi 'anak yang berbeda" di mata orang lain. Tapi ingat, bukan berbeda dalam hal "bisa melihat halusinasi / makhluk halus ya" hahahaa.... itu sih, sudah dipastikan aku juga tidak akan mau.









Post Comment
Post a Comment
Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.
Dont be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)
Note: only a member of this blog may post a comment.